icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
Hybrid & Remote Work: Tantangan HRD di Indonesia
Siker.id | 28 Jan 2026 11:38


Bagikan ke
ARTIKEL TERKAIT

Perkembangan teknologi digital dan perubahan pola kerja pasca pandemi mendorong perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi sistem kerja yang lebih fleksibel, yaitu hybrid work dan remote work. Kedua konsep ini kini menjadi strategi penting dalam menarik dan mempertahankan talenta, namun juga menghadirkan tantangan baru bagi Human Resources Development (HRD).

 

 

Pengertian Hybrid Work dan Remote Work

 

Hybrid work adalah model kerja yang mengombinasikan bekerja dari kantor dan bekerja dari jarak jauh (work from home atau lokasi lain). Dalam sistem ini, karyawan memiliki fleksibilitas untuk menentukan waktu dan tempat kerja sesuai kebijakan perusahaan.

Sementara itu, remote work adalah sistem kerja di mana karyawan sepenuhnya bekerja dari luar kantor tanpa keharusan hadir secara fisik. Seluruh aktivitas kerja dilakukan secara daring dengan dukungan teknologi digital dan komunikasi virtual.

Di Indonesia, kedua model kerja ini semakin populer karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan karyawan. Namun, penerapannya membutuhkan kesiapan organisasi, khususnya dari sisi HRD.

 

 

1. Adaptasi Budaya Kerja

Tantangan utama hybrid dan remote work adalah menjaga budaya perusahaan. Budaya kerja di Indonesia masih sangat mengandalkan interaksi langsung dan kebersamaan. HRD perlu menciptakan strategi komunikasi internal yang efektif, seperti virtual engagement, online team building, dan internal communication yang konsisten agar nilai perusahaan tetap terjaga.

 

 

2. Manajemen Kinerja dan Produktivitas

Dalam sistem kerja fleksibel, pengukuran kinerja tidak lagi bisa berfokus pada kehadiran fisik. HRD dituntut untuk menerapkan penilaian berbasis kinerja dan hasil kerja. Penetapan KPI yang jelas, transparan, dan terukur menjadi kunci agar produktivitas tetap optimal tanpa mengurangi kepercayaan kepada karyawan.

 

 

3. Kesiapan Infrastruktur dan Teknologi

Penerapan remote work di Indonesia menghadapi tantangan infrastruktur, terutama terkait koneksi internet dan keamanan data. HRD harus memastikan karyawan memiliki akses ke perangkat kerja, sistem HR digital, serta platform kolaborasi yang aman dan mudah digunakan.

 

 

4. Kesehatan Mental dan Work-Life Balance

Hybrid dan remote work dapat menyebabkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur. HRD berperan penting dalam menjaga kesehatan mental karyawan, mencegah burnout, dan mendorong keseimbangan kerja melalui kebijakan jam kerja fleksibel serta program kesejahteraan karyawan.

 

 

5. Kepatuhan Regulasi Ketenagakerjaan

Regulasi ketenagakerjaan di Indonesia masih terus beradaptasi dengan sistem kerja fleksibel. HRD harus memastikan kebijakan hybrid dan remote work tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk jam kerja, lembur, dan perlindungan hak karyawan.

 

 

Kesimpulan

Hybrid dan remote work merupakan masa depan dunia kerja di Indonesia. HRD memiliki peran strategis dalam memastikan sistem ini berjalan efektif, produktif, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan budaya kerja, kesejahteraan karyawan, serta kepatuhan hukum.

 

 


Reporter: Mutiara Zahra
Editor: -

     

Komentar
ARTIKEL TERKAIT
Pencarian