icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
Peran Psikotes dalam Proses Rekrutmen Karyawan
Siker.id | 22 Jan 2026 14:05


Bagikan ke

Dalam proses rekrutmen karyawan, perusahaan tidak hanya menilai kemampuan teknis dan latar belakang pendidikan calon pelamar, tetapi juga aspek psikologis yang memengaruhi kinerja dan perilaku kerja. Oleh karena itu, tes psikotes menjadi salah satu tahapan penting yang hampir selalu digunakan dalam seleksi tenaga kerja. Psikotes berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami potensi, kepribadian, serta kesiapan mental calon karyawan dalam menghadapi tuntutan pekerjaan.

 

 

Psikotes dalam rekrutmen bertujuan untuk menilai kesesuaian antara karakter individu dengan posisi yang dilamar. Setiap jabatan memiliki kebutuhan psikologis yang berbeda. Misalnya, posisi yang menuntut ketelitian tinggi membutuhkan individu yang cermat dan konsisten, sementara posisi yang berkaitan dengan pelayanan pelanggan memerlukan kepribadian yang komunikatif dan stabil secara emosional. Melalui psikotes, perusahaan dapat memprediksi bagaimana calon karyawan akan bersikap, bekerja sama dalam tim, serta menghadapi tekanan kerja.

 

 

Jenis psikotes yang digunakan dalam rekrutmen cukup beragam. Tes kemampuan intelektual, seperti tes logika, numerik, dan verbal, digunakan untuk mengukur daya pikir dan kemampuan analisis. Sementara itu, tes kepribadian bertujuan menggali sikap kerja, motivasi, tanggung jawab, dan cara individu mengambil keputusan. Ada pula tes grafis, seperti menggambar pohon atau orang, yang digunakan untuk melihat kondisi emosional dan kepribadian secara lebih mendalam.

 

 

Bagi perusahaan, penggunaan psikotes memberikan banyak manfaat. Hasil psikotes dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dalam merekrut karyawan yang tidak sesuai dengan budaya kerja atau tuntutan jabatan. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh sumber daya manusia yang lebih produktif, loyal, dan mampu berkontribusi secara optimal dalam jangka panjang.

 

 

Sementara bagi pelamar kerja, psikotes sering dianggap sebagai tahap yang menegangkan. Namun, psikotes seharusnya dipandang sebagai sarana untuk menunjukkan potensi diri secara objektif. Persiapan yang dapat dilakukan antara lain berlatih soal psikotes, menjaga kondisi fisik dan mental, serta menjawab pertanyaan dengan jujur dan apa adanya. Kejujuran sangat penting karena hasil psikotes yang sesuai dengan kepribadian asli akan membantu penempatan kerja yang lebih tepat.

 

 

Secara keseluruhan, psikotes memiliki peran strategis dalam proses rekrutmen. Tes ini membantu perusahaan dan pelamar menemukan kecocokan yang saling menguntungkan. Dengan penerapan yang tepat, psikotes dapat menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan kerja yang produktif dan berkelanjutan.

 

 


Reporter: Mutiara Zahra
Editor: -

     

Komentar