siker.id - White collar adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan sebagai 'kerah putih'. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggolongkan kelompok kerja berdasarkan 'warna kerah' yang digunakan. Dalam dunia kerja, pekerja dapat digolongkan menjadi dua tipe yaitu tipe pekerja kerah putih (white collar) dan pekerja kerah biru (blue collar worker). Pekerja kerah putih identik dengan pekerjaan di lingkup kantoran, sedangkan pekerja kerah biru digunakan untuk menggambarkan pekerja yang melakukan kerja kasar.
Baca juga: 6 Manfaat Self Reward bagi Pekerja yang Harus Diketahui
Lalu, apa sih yang dimaksud dengan pekerja white collar? Apa saja contoh-contoh pekerjaannya? Simak penjelasan maknanya sebagai berikut.
Apa itu Pekerja White Collar?
Pekerja white collar adalah pekerja yang melakukan pekerjaan yang memerlukan keahlian dan pengetahuan tertentu serta memiliki gaji dengan tarif yang tetap. Biasanya kelompok pekerja ini tidak terlalu membutuhkan pekerjaan fisik yang berat atau manual. Mereka disebut pekerja white collar karena biasanya mereka bekerja di kantor dan memakai baju formal berwarna putih, baju setelan, serta dasi yang rapi sehingga digambarkan sebagai golongan pekerja 'kerah putih'.
Pekerjaan yang dilakukan oleh golongan pekerja white collar seringkali membutuhkan spesifikasi pendidikan, keahlian, dan pengetahuan yang tinggi di bidang yang ditekuni. Individu yang bekerja di sektor ini seringkali dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi dibandingkan golongan kelompok kerja yang lainnya. Hal tersebut tidak mengherankan karena biasanya pekerja white collar memiliki gaji yang lebih tinggi sebagai bayaran dari pekerjaan mereka.
Jenis Pekerjaan White Collar
Sebagai pekerja yang memiliki kualifikasi pendidikan yang tinggi, jenis pekerjaan white collar berorientasi pada pekerjaan atau jabatan yang melibatkan tugas-tugas administratif, manajerial, atau profesional. Misalnya pekerjaan yang berkaitan dengan bidang manajemen, medis, teknik, dan administrasi dapat termasuk dalam golongan pekerjaan white collar. Sebut saja profesi seperti manajer, akuntan, dokter, pengacara, analis keuangan, dan berbagai jenis pekerjaan lainnya.
Namun pada era sekarang, jenis pekerjaan white collar semakin luas dan beraneka ragam. Selain itu, gaji yang ditawarkan pun relatif tinggi dan menjanjikan sehingga banyak kaum millenial yang beralih menekuni bidang pekerjaan ini. Apa saja contoh pekerjaan white collar di era modern?
Baca juga: Ini Dia 8 Hak yang Dimiliki Pekerja Penyandang Disabilitas
1. Software Developer
Orang yang bekerja sebagai software developer memiliki tanggung jawab untuk merancang, membuat, dan merilis program komputer seperti software, aplikasi, website, database, dan game untuk kepentingan perusahaan. Profesi ini membutuhkan keahlian dan ketelitian tingkat tinggi agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pekerjaan kerah putih ini berkembang pesat dan banyak diminati, terutama karena masifnya inovasi dalam bidang teknologi dan informasi.
2. Akuntan atau Auditor
Pekerja white collar yang berprofesi sebagai akuntan atau auditor bertugas untuk mencatat dan memeriksa segala hal yang berkaitan dengan finansial perusahaan. Sama seperti pekerjaan white collar lainnya, profesi ini membutuhkan kualifikasi dan ketajaman tingkat tinggi agar dapat bekerja secara akurat dengan imbalan gaji yang sesuai dengan tingkat kesulitan kerjanya.
3. Market Research Analyst
Jenis pekerjaan white collar satu ini juga berkembang seiring naiknya pertumbuhan ekonomi. Seorang market research analyst bertugas melakukan analisa pasar dan mementukan strategi pemasaran yang efektif bagi perusahaan. Profesi ini biasanya dibutuhkan tiap-tiap perusahaan yang bergerak di bidang bisnis dan dapat dijadikan pilihan bagi kalian yang ingin menjadi pekerja white collar.
Pada era globalisasi seperti saat ini, pekerjaan white collar memiliki peminat yang tinggi karena prospek kerjanya yang menjanjikan dan juga stabil. Oleh karena itu, orang-orang menempuh pendidikan tinggi dan juga meningkatkan skill serta keahlian mereka agar dapat masuk sebagai golongan pekerja white collar yang dianggap memiliki masa depan yang cerah.
Sekian pemaparan tentang definisi dan makna pekerja white collar beserta jenis-jenis pekerjaan yang dapat dijadikan acuan untuk memilih pekerjaan white collar. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih.
Baca juga: Menjadi Pekerja Adaptif dalam Perubahan Lingkungan Kerja
