Ketika sebuah posisi kosong, apa yang biasanya dilakukan perusahaan?
Membuka lowongan.
Mencari kandidat.
Melakukan interview.
Lalu memilih orang terbaik dari luar organisasi.
Proses tersebut memang penting.
Namun ada satu pertanyaan yang sering terlupakan:
Apakah perusahaan sudah melihat talent yang sebenarnya sudah ada di dalam organisasi?
Di sinilah konsep Internal Talent Marketplace menjadi semakin relevan.
Bukan berarti perusahaan harus berhenti merekrut dari luar.
Tetapi sebelum mencari talent baru, perusahaan perlu memastikan bahwa potensi yang dimiliki talent internal sudah benar-benar dimanfaatkan.
Apa Itu Internal Talent Marketplace?
Internal Talent Marketplace adalah pendekatan yang membantu perusahaan menghubungkan karyawan dengan peluang yang tersedia di dalam organisasi berdasarkan skill, kompetensi, pengalaman, minat, dan potensi pengembangan.
Peluang tersebut tidak selalu berupa promosi.
Bisa berupa:
- perpindahan ke divisi lain
- proyek lintas fungsi
- stretch assignment
- posisi baru
- mentoring
- pengembangan kompetensi tertentu
- atau kesempatan memimpin sebuah proyek
Dengan pendekatan ini, karier karyawan tidak hanya bergerak secara vertikal.
Tetapi juga dapat berkembang secara horizontal dan lintas fungsi.
Mengapa Perusahaan Perlu Memperhatikannya?
Salah satu tantangan HR saat ini bukan hanya mendapatkan talent.
Tetapi mempertahankan dan mengoptimalkan talent yang sudah dimiliki.
Sering kali perusahaan membuka posisi baru karena menganggap:
"Kita tidak punya orang yang cocok."
Padahal bisa jadi orang tersebut sebenarnya ada.
Hanya saja:
- skill mereka belum dipetakan
- potensi mereka belum terlihat
- pengalaman mereka hanya dilihat dari jabatan saat ini
- atau mereka belum pernah diberikan kesempatan untuk mencoba peran baru
Akibatnya, perusahaan mencari talent dari luar untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa dikembangkan dari internal.
Studi Kasus
Sebuah perusahaan distribusi membutuhkan seorang supervisor untuk memimpin proyek digitalisasi proses warehouse.
Awalnya HR berencana membuka recruitment eksternal.
Namun setelah dilakukan pemetaan kompetensi internal, ditemukan seorang staff warehouse yang selama ini memiliki kemampuan analisis data dan cukup aktif membantu tim menggunakan sistem digital.
Secara jabatan, ia memang belum pernah menjadi supervisor.
Namun ia memiliki:
- pemahaman proses warehouse
- kemampuan analisis data
- pengalaman menggunakan sistem digital
- komunikasi yang baik dengan tim operasional
Perusahaan kemudian memberikan stretch assignment dengan menempatkannya sebagai PIC proyek digitalisasi selama beberapa bulan.
Selama proses tersebut, ia mendapatkan coaching dari atasannya dan pelatihan tambahan mengenai project management.
Hasilnya, proyek berjalan dengan baik dan perusahaan akhirnya memiliki kandidat internal yang siap dikembangkan menjadi supervisor.
Perusahaan tidak hanya mengisi sebuah posisi.
Tetapi juga menciptakan talent baru dari dalam organisasi.
Apa Keuntungannya?
Internal Talent Marketplace dapat memberikan beberapa manfaat.
1. Retention Lebih Baik
Karyawan melihat bahwa perusahaan menyediakan kesempatan berkembang tanpa harus selalu pindah perusahaan.
2. Waktu Adaptasi Lebih Pendek
Talent internal sudah memahami budaya, sistem, dan proses organisasi.
3. Knowledge Tetap Berada di Dalam Perusahaan
Pengalaman dan pengetahuan internal tidak hilang ketika posisi berpindah.
4. Biaya Rekrutmen Dapat Ditekan
Tidak semua kebutuhan talent harus diselesaikan melalui recruitment eksternal.
5. Mobilitas Talent Meningkat
Karyawan dapat berkembang melalui proyek, rotasi, maupun perpindahan fungsi.
Namun yang paling penting:
perusahaan mulai melihat karyawan bukan hanya berdasarkan jabatan mereka saat ini, tetapi berdasarkan kemampuan dan potensi yang dapat mereka kembangkan.
Tetapi Ada Tantangannya
Internal mobility juga tidak otomatis berhasil.
Beberapa perusahaan memiliki masalah seperti:
- atasan enggan melepas talent terbaiknya
- data kompetensi karyawan tidak tersedia
- career path tidak jelas
- promosi lebih didasarkan pada masa kerja daripada kompetensi
- karyawan tidak mengetahui peluang internal yang tersedia
Dalam kondisi seperti ini, talent marketplace hanya akan menjadi konsep tanpa implementasi.
Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem yang mendukung:
- skill mapping
- career development
- internal job posting
- talent review
- coaching dan mentoring
- succession planning
Dengan demikian, mobilitas talent dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kesiapan individu.
Insight Penting
Recruitment eksternal memang penting.
Tetapi recruitment seharusnya bukan selalu menjadi jawaban pertama ketika perusahaan membutuhkan talent.
Kadang masalahnya bukan karena perusahaan tidak memiliki talent.
Melainkan karena perusahaan belum mengetahui talent apa yang sebenarnya dimiliki.
Di era perubahan kompetensi yang semakin cepat, perusahaan perlu mulai berpikir:
"Siapa yang harus kita rekrut?"
dan juga:
"Siapa yang sudah kita miliki dan bisa kita kembangkan?"
Karena talent terbaik perusahaan tidak selalu berada di luar sana.
Bisa jadi mereka sudah bekerja di meja sebelah.
Hanya saja belum pernah diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
Menurut Anda, di banyak perusahaan saat ini, apakah talent internal sudah benar-benar dipetakan sebelum perusahaan membuka recruitment eksternal?
Editor: -
