icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
Tunjuk dan Sebut: Hal Sederhana Untuk Mengurangi Human Error
Siker.id | 23 Jul 2026 15:54


Bagikan ke

Ketika terjadi kesalahan di tempat kerja, apa yang biasanya menjadi penyebabnya?

Kurangnya pengalaman?

Tidak mengikuti SOP?

Atau sekadar kurang teliti?

Faktanya, banyak kesalahan justru terjadi pada pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

Bukan karena seseorang tidak tahu caranya.

Melainkan karena merasa terlalu terbiasa.

Saat sebuah aktivitas menjadi rutinitas, perhatian manusia cenderung menurun.

Otak mulai bekerja secara otomatis.

Di sinilah risiko human error meningkat.

Untuk mengatasinya, banyak organisasi menerapkan sebuah kebiasaan sederhana yang dikenal sebagai Tunjuk dan Sebut (Pointing and Calling atau Shisa Kanko).

Apa Itu Tunjuk dan Sebut?

Budaya Tunjuk dan Sebut adalah metode kerja di mana seseorang menunjuk objek yang akan diperiksa sambil mengucapkan kondisinya dengan suara lantang sebelum melanjutkan proses berikutnya.

Contohnya:

???? "Tekanan mesin normal."

???? "Katup sudah tertutup."

???? "Nomor produk sesuai."

???? "Panel listrik dalam posisi OFF."

Sekilas terlihat sederhana.

Bahkan mungkin terasa tidak biasa.

Namun tujuan utamanya bukan sekadar berbicara.

Melainkan melibatkan mata, tangan, suara, dan otak secara bersamaan agar perhatian benar-benar terfokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Mengapa Cara Ini Efektif?

Dalam pekerjaan yang berulang, manusia sering melakukan sesuatu berdasarkan kebiasaan.

Kita merasa sudah memeriksa.

Padahal belum benar-benar memperhatikan.

Dengan menunjuk dan mengucapkan apa yang dilihat, otak dipaksa melakukan proses verifikasi secara sadar.

Aktivitas sederhana ini membantu mengurangi risiko:

  • salah membaca indikator
  • melewatkan langkah penting
  • salah memilih material
  • salah mengoperasikan peralatan
  • lupa melakukan pemeriksaan

Metode ini tidak menghilangkan kemungkinan kesalahan.

Namun mampu mengurangi kesalahan yang muncul akibat hilangnya fokus.

Studi Kasus

Sebuah perusahaan manufaktur mengalami beberapa kejadian salah pengaturan parameter mesin.

Setelah dilakukan evaluasi, penyebabnya bukan karena operator tidak memahami prosedur.

Seluruh operator telah mengikuti pelatihan dan bekerja sesuai SOP.

Masalah muncul karena proses pengaturan dilakukan berkali-kali setiap hari sehingga menjadi rutinitas.

Operator merasa yakin telah memeriksa setiap parameter, padahal beberapa pengaturan terlewat.

Perusahaan kemudian menerapkan budaya Tunjuk dan Sebut pada setiap langkah pemeriksaan kritis.

Sebelum mesin dijalankan, operator diwajibkan menunjuk setiap indikator penting sambil menyebutkan nilainya dengan jelas.

Pada awalnya, banyak yang merasa metode ini memperlambat pekerjaan.

Namun setelah beberapa minggu, jumlah kesalahan pengaturan menurun secara signifikan.

Yang berubah bukan kemampuan operator.

Melainkan cara mereka menjaga fokus.

Budaya Ini Bukan Tentang Formalitas

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap Tunjuk dan Sebut sebagai prosedur tambahan yang hanya dilakukan ketika ada audit.

Padahal manfaat sebenarnya muncul ketika kebiasaan tersebut menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Tujuannya bukan memperbanyak aturan.

Tetapi membantu manusia bekerja dengan lebih sadar.

Karena sehebat apa pun teknologi yang digunakan, faktor manusia tetap memiliki peran besar dalam kualitas dan keselamatan kerja.

Mengapa Semakin Relevan Saat Ini?

Di era otomatisasi dan digitalisasi, banyak pekerjaan memang menjadi lebih cepat.

Namun kecepatan juga meningkatkan risiko seseorang bekerja secara autopilot.

Semakin rutin sebuah pekerjaan dilakukan, semakin besar kemungkinan perhatian berkurang.

Di sinilah kebiasaan sederhana seperti Tunjuk dan Sebut menjadi penting.

Bukan karena prosesnya rumit.

Tetapi karena mampu mengembalikan fokus pada setiap langkah yang benar-benar penting.

Insight Penting

Banyak organisasi berinvestasi pada mesin yang lebih canggih untuk mengurangi kesalahan.

Namun sering kali lupa bahwa peningkatan kualitas juga dapat dimulai dari perubahan perilaku yang sederhana.

Budaya Tunjuk dan Sebut mengajarkan bahwa mengurangi human error tidak selalu membutuhkan teknologi baru.

Kadang, yang dibutuhkan hanyalah membangun kebiasaan yang membuat setiap orang berhenti sejenak, memeriksa dengan sadar, lalu memastikan bahwa langkah berikutnya benar-benar dilakukan dengan tepat.

Karena pada akhirnya, kualitas bukan hanya ditentukan oleh seberapa baik sistem dirancang.

Tetapi juga oleh seberapa konsisten manusia menjalankan proses yang telah ditetapkan.

Menurut Anda, apakah di tempat kerja Anda sudah ada kebiasaan sederhana yang secara khusus membantu mengurangi human error, atau pemeriksaan masih sepenuhnya bergantung pada ketelitian masing-masing individu?


Reporter: Kemal Adi Prabowo
Editor: -

     

Komentar