icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
Employee Turnover Rate: Rumus, Contoh, dan Analisis
Siker.id | 13 Oct 2026 14:42


Bagikan ke

Employee Turnover Rate: Cara Menghitung dan Menganalisisnya

Tingginya Karyawan Keluar Bukan Sekadar Masalah Rekrutmen

Ketika karyawan terus meninggalkan perusahaan, HR harus mengisi posisi kosong dan tim yang tersisa dapat menghadapi tambahan beban kerja.

Namun, merekrut pengganti tanpa memahami penyebab karyawan keluar berisiko membuat masalah yang sama terus berulang.

Apa Itu Employee Turnover Rate?

Employee turnover rate adalah persentase karyawan yang keluar dari perusahaan dalam periode tertentu dibandingkan dengan rata-rata jumlah karyawan pada periode tersebut.

Rumus yang umum digunakan:

Turnover rate = (Jumlah karyawan keluar ÷ Rata-rata jumlah karyawan) × 100%

Misalnya, perusahaan memiliki rata-rata 200 karyawan dan 20 karyawan keluar selama satu tahun.

Turnover rate = (20 ÷ 200) × 100% = 10%.

Contoh ini mengasumsikan definisi dan periode pengukuran yang konsisten. Perusahaan perlu menetapkan apakah perhitungan mencakup seluruh pemisahan kerja atau hanya jenis tertentu, seperti pengunduran diri sukarela.

Cara Menganalisis Turnover

1. Segmentasikan data

Kelompokkan turnover berdasarkan departemen, masa kerja, level jabatan, lokasi, dan alasan keluar. Hal ini membantu menemukan pola yang mungkin tersembunyi dalam angka keseluruhan.

2. Bedakan jenis turnover

Turnover sukarela terjadi ketika karyawan memilih keluar, sedangkan turnover tidak sukarela terjadi karena keputusan perusahaan. Keduanya membutuhkan pendekatan analisis berbeda.

3. Gunakan exit interview

Cari pola terkait kepemimpinan, kompensasi, beban kerja, peluang karier, atau lingkungan kerja. Validasi temuan melalui sumber data lain karena jawaban exit interview tidak selalu menggambarkan seluruh penyebab.

4. Lakukan stay interview

Wawancara dengan karyawan yang masih bekerja dapat membantu memahami faktor yang membuat mereka bertahan dan perubahan yang dapat meningkatkan pengalaman kerja.

5. Evaluasi tindakan

Pantau apakah program retensi yang dijalankan menghasilkan perubahan pada kelompok karyawan yang menjadi sasaran.

Fokus pada Penyebab, Bukan Hanya Angka

Turnover rate tidak selalu harus ditekan serendah mungkin. Sebagian pergantian karyawan merupakan hal yang wajar, dan konteks pekerjaan sangat memengaruhi interpretasinya.

Hitung turnover rate perusahaan Anda, identifikasi kelompok dengan tingkat turnover tertinggi, dan susun tindakan berdasarkan penyebab yang telah divalidasi.

 

Baca Juga OKR vs KPI: Perbedaan dan Cara Menggunakannya


Reporter: Kemal Adi Prabowo
Editor: -

     

Komentar